|
Penulis : syamsul
|
|
Selasa, 01 Juli 2008 |
Sejak kembali dari Tanah Suci Makkah sampai akhir hayatnya Maulanasysyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid aktif menggunakan sebagian besar waktunya untuk membangun mental spiritual masyarakat melalui madrasah, kegiatan dakwah, majlis taklim, pengajian umum di masjid-masjid dan surau-surau di berbagai kota dan desa di Pulau Lombok.
Usia senja bagi beliau tidaklah menjadi kendala untuk tetap berjuang memajukan agama, nusa dan bangsa yang tercinta ini. Beliau tetap berjuang dan membangun sesuai dengan hajat pembangunan dan perjuangan yang terus meningkat. Itulah sebabnya beliau sering memberikan motivasi kepada murid-muridnya untuk dapat mengikuti jejak langkah perjuanga, semangat pantang menyerah, pengambdian dan dedikasi beliau yang sulit ada tandingannya itu.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Penulis : syamsul
|
|
Selasa, 01 Juli 2008 |
Kesuksesan perjuangan seseorang tokoh atau pemimpin banyak ditentukan oleh pola kepemimpinannya. Kearifan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya akan menentukan keberhasilan perjuangannya.
Perjuangan dan kepemimpinan merupakan dua hal yang saling mengkait, karena perjuangan itu akan berhasil baik, apabila pola pendekatan yang dipergunakan dalam kepemimpinan itu baik. Di samping itu, kepemimpinan yang arif dan bijaksana akan menghasilkan keberhasilan perjuangan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Penulis : syamsul
|
|
Minggu, 27 April 2008 |
|
MENDAPAT PUJIAN
Tentang
kerajinan, ketekunan, kecerdasan dan keberhasilan perjuangan Al
Mukarram Maulanasysyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendapat
pujian, sanjungan, dan komentar dari para maha guru beliau, teman
seangkatan beliau, dan Ulama'-Ulama' besar lainnya serta pejabat
pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat, diantaranya adalah sebagai
berikut :
Syaikh Zakari Abdul Bila, Ulama Besar Kota Suci Makkah
teman seangkatan beliau mengatakan, "Saya teman seangkatan Syaikh
Zainuddin. Saya bergaul dekat dengannya beberapa tahun. Saya sangat
kagum kepadanya. Dia sangat cerdas, akhlaknya mulia
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Penulis : syamsul
|
|
Minggu, 20 April 2008 |
|
Sekembali dari Tanah Suci makkah ke Tanah
Air Indonesia
mula-mula beliau mendirikan pesantren Al Mujahidin pada tahun 1934 M. kemudian
pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1356 H./ 22 Agustus 1937 M. beliau mendirikan
Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Madrasah ini khusus untuk
mendidik kaum pria. Kemudian pada tanggal 15 Rabiul Akhir 1362 H/21 April 1943
M. beliau mendirikan madrasah Nahdlatul Banat diniah Islamiyah (NBDi) khusus
untuk kaum wanita. Kedua madrasah ini merupakan madrasah pertama di pulau
lombok yang terus berkembang dan merupakan cikal bakal dari semua madrasah yang
bernaung di bawah Organisasi Nahdlatul Wathan. Dan secara khusus nama madrasah
tersebut diabadikan menjadi nama Pondok Pesantren Daurun Nahdlatain Nahdlatul
Wathan. Istilah "Nahdlatain" diambil dari kedua madrasah tersebut.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|