Halaman Depan

 Jun   Jul 08   Aug

SMTWTFS
   1  2  3  4  5
  6  7  8  9101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
ASIC Behavioral Synthesis

Banner Iklan

Login






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Hari Ini

Sabtu

22

Rajab

1429 HIJRIAH

Jajak Pendapat

Bagaimana Tanggapan anda mengenai tampilan website ini ?
 

Pengunjung

Statistik Pengujung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini69
mod_vvisit_counterKemarin99
mod_vvisit_counterMinggu Ini376
mod_vvisit_counterBulan Ini2187
mod_vvisit_counterTotal8085
Dewi Anjani Pelopor Radio Dakwah di NTB
Penulis : syamsul   
Sabtu, 19 April 2008
ayah.jpgDalam rangka memperluas sebaran dakwah organisasi Nahdlatul Wathan, Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) melalui Yayasan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani dalam tujuh tahun ini mengelola sebuah stasiun radio di dalam komplek pondok pesantren tersebut. Radio Dewi Anjani, sangat akrab di telinga pendengar dari ujung barat hingga timur ujung NTB, bahkan di Pulau Bali radio dakwah pertama di NTB tersebut dapat dinikmati oleh para penggemarnya.
Dimulai dari menjelang subuh Radio Dewi Anjani mulai menyapa ikhwan pendengarnya hingga menjelang tengah malam. Namun sejak 1 Januari 2007 radio ini sempat sulit didengar, yaitu sejak tiang pemancarnya roboh diterjang angin puting beliung, diperparah lagi dengan pasokan listrik dari Koperasi Listrik Pedesaan yang tidak menentu, setelah kantor dan pembangkit listrik satu-satunya pengelola listrik swasta di Indonesia tersebut dirusak oleh massa.

Dalam rangka memperluas sebaran dakwah organisasi Nahdlatul Wathan, Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) melalui Yayasan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani dalam tujuh tahun ini mengelola sebuah stasiun radio di dalam komplek pondok pesantren tersebut. Radio Dewi Anjani, sangat akrab di telinga pendengar dari ujung barat hingga timur ujung NTB, bahkan di Pulau Bali radio dakwah pertama di NTB tersebut dapat dinikmati oleh para penggemarnya.
Dimulai dari menjelang subuh Radio Dewi Anjani mulai menyapa ikhwan pendengarnya hingga menjelang tengah malam. Namun sejak 1 Januari 2007 radio ini sempat sulit didengar, yaitu sejak tiang pemancarnya roboh diterjang angin puting beliung, diperparah lagi dengan pasokan listrik dari Koperasi Listrik Pedesaan yang tidak menentu, setelah kantor dan pembangkit listrik satu-satunya pengelola listrik swasta di Indonesia tersebut dirusak oleh massa.

 

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada ikhwan pendengarnya, pihak pengelola radio dengan keterbatasan dana terus berupaya mempertahankan keberadaanya dengan menggunakan pemancar sederhana walaupun dengan jangkauan yang tidak seluas sebelumnya. Setelah berupaya semaksimal mungkin akhirnya pengelola radio berhasil mendirikan pemancar dengan jangkauan yang lebih luas dari sebelumnya, penggunaan pemancar baru tersebut ditandai dengan membaca Hizbu Nahdlatul Wathan, yaitu kumpulan doa yang disusun oleh Al-Magfurlahu TGH. Zainuddin Abdul Majid, pendiri Nahdlatul Wathan, bertempat di halaman stasiun radio tersebut, Rabu (23/01) malam, dipimpin oleh para tuan guru, pengurus yayasan, dan diikuti oleh yatim piatu yang ditampung oleh panti asuhan di lingkungan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani. Dengan digunakaannya pemancar baru diharapakan siaran yang dipancar luaskan melalui frekwensi AM 729 Khz kualitas suara dapat diterima lebih baik oleh masyarakat

 

Hadirnya radio Dewi Anjani membawa dampak positif yang luas di tengah masyarakat, terutama dalam pembinaan mental spiritual masyarakat melalui siaran-siaran keagamaan yang disebar luaskan. Ini dapat disaksikan dari besarnya minat masyarakat mendengarkan dialog agama secara interaktif maupun juga di saat-saat masyarakat menunggu azan di setiap menjelang waktu shalat. Selain itu juga Radio Dewi Anjani memancing pertumbuhan radio dakwah lainnya di NTB, baik melalui gelombang AM maupun FM. Keberadaan radio-radio baru tersebut dipandang secara positif oleh H. Mohammad Sabir, penanggung jawab Radio Dewi Anjani. Baginya berlomba-lomba untuk menuju kebaikan umat harus tetap dilakukan selagi mampu. Keberadaan mereka bukanlah pesaing, karena Radio Dewi Anjani sesuai dengan visi dan misinya berorientasi kepada dakwah dan sosial, bukan bisnis. Sebaliknya juga keberadaan mereka dijadikan sebagai pemacu untuk terus bekerja dan bekarya sebaik mungkin. Juga yang tidak kalah penting baginya adalah bagaimana dakwah Islam melalui PBNW dapat disampaikan kepada umat.

 

Pemerintah juga telah menjalin kerjasama dengan Radio Dewi Anjani, tercatat Kepolisian Resort Lombok Timur, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Badan Informasi dan Komunikasi Daerah Kabupaten Lombok Timur telah memanfaatkan radio ini sebagai media sosialisasi programnya. (ck- 95)

  

sumber asli pelita

 
< Sebelumnya   Berikutnya >